Keanekaragaman tradisi antar-umat beragama di pulau ini tercermin indah melalui berbagai ritual perayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu festival budaya yang sangat fenomenal adalah perayaan Perang Topat yang melambangkan rasa syukur serta simbol kerukunan antar-pemeluk kepercayaan yang berbeda. Di tengah kemeriahan lempar ketupat tersebut, berkembang mitos lokal mengenai ajian ilmu gaib yang konon dimanfaatkan oleh oknum kejahatan untuk meloloskan diri dari kejaran warga. Isu adanya kemampuan mistis penjahat ini kerap menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat kota.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa isu mengenai ajian mistis yang membuat pelaku kejahatan bisa menghilang adalah tidak benar dan tidak dapat dibuktikan secara hukum. Dalam setiap pengamanan acara festival Perang Topat, personil kepolisian diterjunkan secara masif di titik-titik rawan guna mengantisipasi aksi pencurian dompet atau telepon seluler di tengah kerumunan massa. Penindakan terhadap para pelaku kejahatan dilakukan menggunakan teknik penyelidikan ilmiah dan pemantauan kamera pengawas di sekitar lokasi acara. Penangkapan para pelaku kriminal terbukti dilakukan secara nyata tanpa adanya hambatan ganjil seperti yang diisukan.
Pengamanan terpadu yang melibatkan aparat kepolisian, TNI, dan pengaman swakarsa dari unsur adat berhasil menciptakan suasana perayaan yang aman dan tertib. Pengaturan arus lalu lintas serta penyediaan kantong parkir yang terawasi dengan baik menekan angka kejadian pencurian kendaraan bermotor secara signifikan. Masyarakat diajak untuk tetap waspada terhadap barang bawaan masing-masing dan tidak panik oleh isu-isu mistis yang sengaja dihembuskan oleh oknum nakal. Kehadiran petugas di lapangan memberikan rasa aman yang nyata bagi seluruh warga yang merayakan festival.
Edukasi mengenai literasi hukum dan rasionalitas terus disampaikan oleh pihak kepolisian melalui berbagai kegiatan tatap muka dengan warga desa. Masyarakat diimbau untuk langsung menyerahkan pelaku kejahatan yang tertangkap kepada pihak berwenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Proses hukum yang transparan dan akuntabel dijamin bagi setiap pelanggar tindak pidana guna menegakkan keadilan di tengah masyarakat. Kerja sama yang baik antara aparat dan warga menjadi kunci utama terciptanya iklim ketertiban yang kokoh.
Secara keseluruhan, pelaksanaan festival Perang Topat yang berlangsung aman membuktikan bahwa kerukunan budaya dan penegakan hukum dapat berjalan secara harmonis. Pematahan mitos mistis kejahatan melalui pembuktian hukum rasional terbukti meningkatkan rasa aman masyarakat luas. Diharapkan tradisi budaya penuh pesan perdamaian ini dapat terus dilestarikan sebagai simpul perekat persatuan bangsa. Keamanan dan ketertiban yang terjaga dengan baik merupakan modal utama dalam membangun daerah yang maju dan sejahtera.
