Sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat dan gerbang utama menuju berbagai destinasi wisata kelas dunia seperti Mandalika dan Gili Trawangan, Kota Mataram menjadi titik temu bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Menyadari pentingnya aspek keamanan dan kenyamanan bagi turis mancanegara, Polres Mataram mengambil langkah strategis dengan menyiagakan Personel kepolisian yang memiliki kemampuan penguasaan bahasa asing di berbagai pusat informasi turis. Inisiatif ini bertujuan untuk menghapus kendala komunikasi yang sering terjadi saat wisatawan asing membutuhkan bantuan atau layanan kepolisian, sekaligus sebagai wujud nyata pelayanan Polri yang inklusif dan bertaraf internasional.
Penyebaran Personel berkemampuan bahasa asing ini difokuskan pada titik-titik vital, seperti pelabuhan, pusat perbelanjaan, dan area publik yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Para anggota polisi yang bertugas tidak hanya menguasai bahasa Inggris, tetapi juga beberapa bahasa internasional lainnya seperti Mandarin, Jepang, dan bahasa negara-negara Eropa. Hal ini sangat krusial dalam situasi darurat, misalnya ketika ada turis yang kehilangan paspor, mengalami gangguan kesehatan, atau menjadi korban tindak kriminal. Dengan adanya polisi yang mampu berkomunikasi secara lancar dalam bahasa ibu mereka, wisatawan akan merasa lebih tenang, merasa dihargai, dan mendapatkan penanganan yang jauh lebih cepat dan akurat.
Selain kemampuan bahasa, Personel khusus ini juga dibekali dengan pengetahuan mendalam mengenai kepariwisataan lokal dan regulasi keimigrasian. Mereka bertindak sebagai jembatan informasi yang dapat menjelaskan aturan-aturan yang berlaku di Indonesia dengan cara yang santun dan profesional. Polres Mataram menyadari bahwa citra sebuah destinasi wisata sangat dipengaruhi oleh rasa aman yang dirasakan pengunjungnya. Dengan hadirnya polisi yang mampu berdialog secara hangat, kesan kaku dan menyeramkan dari aparat keamanan dapat dihilangkan, digantikan dengan rasa persahabatan yang kuat antara penegak hukum dengan para tamu mancanegara yang datang berkunjung.
Program penyiagaan Personel ahli bahasa ini juga melibatkan pelatihan rutin yang bekerja sama dengan lembaga kursus bahasa dan praktisi pariwisata. Anggota kepolisian didorong untuk terus meningkatkan literasi budaya agar dapat memahami kebiasaan dan etiket wisatawan dari berbagai negara yang berbeda. Hal ini penting untuk menghindari salah paham kultural saat melakukan penindakan atau pemberian bantuan. Sinergi antara kompetensi teknis kepolisian dan kecakapan komunikasi internasional menjadikan Polres Mataram sebagai garda terdepan dalam menjaga reputasi pariwisata Indonesia di mata global, khususnya dalam mendukung kemajuan pariwisata di NTB yang kini semakin mendunia.
