Pelabuhan tua Ampenan memegang peranan sangat vital dalam sejarah ekonomi dan jaringan perdagangan kuno di wilayah Mataram, Lombok. Sebagai pintu masuk utama perairan, Pelabuhan tua ini menjadi titik temu para pedagang dari berbagai belahan dunia, seperti Arab, Tionghoa, Melayu, dan Eropa. Aktivitas perdagangan melimpah di kawasan pesisir ini mendorong pertumbuhan kawasan perkotaan yang sangat multietnis dan kaya akan akulturasi budaya. Keberadaan pelabuhan ini menjadikan Mataram sebagai pusat perdagangan rempah dan hasil bumi yang sangat diperhitungkan di Nusantara.
Struktur bangunan di sekitar pelabuhan menampilkan perpaduan arsitektur antaretnis yang sangat khas dengan deretan gudang tua di sepanjang garis pantai. Kapal-kapal dagang berukuran besar berkumpul di lepas pantai untuk membongkar muatan berupa kain sutra, keramik, dan barang manufaktur asing. Sebaliknya, komoditas lokal seperti beras, kopi, dan ternak diangkut menggunakan perahu kecil menuju kapal utama untuk diekspor ke luar daerah. Kesibukan dermaga pada masa lalu menciptakan suasana kota pelabuhan yang sangat dinamis dan penuh dengan interaksi antarbudaya.
Keberadaan dermaga kayu yang menjorok ke arah laut menjadi saksi bisu kejayaan aktivitas niaga maritim di wilayah pulau Lombok ini. Para petugas bea dan syahbandar bertugas memantau lalu lintas kapal serta memastikan kelancaran proses transaksi jual beli antarberbagai pihak. Keharmonisan hidup antarpenghuni dari berbagai etnis terbentuk secara alami di sekitar kawasan Pelabuhan tua Ampenan karena kesamaan kepentingan ekonomi. Kehidupan masyarakat yang toleran ini terus bertahan dan menjadi warisan kebudayaan yang sangat berharga bagi kota Ampenan.
Seiring perpindahan pusat aktivitas pelayaran ke dermaga modern Lembar, peran operasional dermaga bersejarah di Ampenan ini perlahan mulai menurun drastis. Saat ini, kawasan pelabuhan tersebut telah bertransformasi menjadi destinasi wisata sejarah dan ruang publik favorit bagi masyarakat Kota Mataram. Sisa-sisa bangunan kuno serta dermaga tua ditata sedemikian rupa tanpa menghilangkan nilai keaslian sejarah yang melekat pada struktur aslinya. Pengunjung dapat menikmati keindahan matahari terbenam sambil mengenang sejarah kejayaan jalur niaga maritim pada masa lalu.
Sejarah panjang dermaga kuno ini memberikan pelajaran penting mengenai peran strategis wilayah pesisir dalam mendorong kemajuan ekonomi dan sosial budaya. Keberadaan Pelabuhan tua Ampenan merupakan simbol kejayaan maritim yang patut terus dipelihara dan diperkenalkan kepada generasi muda Indonesia. Pelestarian aset bersejarah ini tidak hanya menjaga kenangan masa lalu, melainkan juga memperkuat daya tarik wisata budaya kota Mataram. Mari kita jaga dan rawat peninggalan bersejarah ini agar cerita kejayaannya tetap abadi sepanjang masa.
