Kehadiran Sirkuit Mandalika sebagai destinasi balap motor kelas dunia telah menempatkan Nusa Tenggara Barat di peta pariwisata internasional. Namun, kesuksesan gelaran akbar seperti MotoGP atau World Superbike tidak hanya bergantung pada fasilitas sirkuit, melainkan juga pada stabilitas keamanan di wilayah penyangga, terutama Kota Mataram. Pelaksanaan event internasional ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari jajaran kepolisian dan aparat keamanan lainnya untuk memastikan bahwa setiap tamu, baik kru tim balap maupun wisatawan, merasa aman selama berada di wilayah hukum Mataram hingga menuju kawasan sirkuit di Lombok Tengah.
Strategi utama dalam menjaga kondusivitas selama event internasional berlangsung adalah dengan memperketat pengamanan di titik-titik transportasi dan akomodasi. Mataram, sebagai pusat pemerintahan dan penyedia hotel terbesar di Lombok, menjadi pintu masuk utama bagi para penonton. Penjagaan di pelabuhan dan titik antar-jemput bus diintensifkan untuk mencegah adanya gangguan ketertiban umum. Petugas dikerahkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara presisi guna menghindari kemacetan parah yang dapat menghambat mobilitas logistik balap. Kelancaran arus transportasi adalah indikator keberhasilan manajemen keamanan yang sangat diperhatikan oleh penyelenggara dunia.
Selain pengamanan fisik, pihak aparat di wilayah Mataram juga fokus pada pencegahan tindak kriminalitas jalanan yang mungkin meningkat seiring dengan datangnya ribuan wisatawan selama event internasional. Patroli skala besar dilakukan pada jam-jam rawan untuk memberikan efek gentar bagi pelaku kejahatan. Selain itu, kerja sama dengan tokoh masyarakat dan pelaku usaha pariwisata diperkuat agar mereka dapat memberikan informasi cepat jika ditemukan aktivitas yang mencurigakan. Keamanan yang berlapis ini bertujuan untuk menciptakan citra positif bagi Indonesia sebagai tuan rumah yang ramah, profesional, dan sangat menjunjung tinggi standar keselamatan internasional.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah manajemen kerumunan di pusat-pusat keramaian Kota Mataram. Selama berlangsungnya even internasional, pusat perbelanjaan dan sentra kuliner sering kali dipadati oleh pengunjung dari luar daerah. Aparat keamanan bertugas untuk memastikan protokol keselamatan tetap dijalankan agar tidak terjadi insiden desak-desakan atau gangguan lainnya. Komunikasi yang baik dengan pihak perhotelan dalam hal pengamanan internal juga menjadi bagian dari protokol standar. Sinergi ini memastikan bahwa dari tempat istirahat hingga ke lokasi acara, para pengunjung mendapatkan jaminan keamanan yang konsisten.
