Transportasi penyeberangan di pelabuhan kawasan Mataram menjadi target utama kegiatan penertiban praktik percaloan tiket oleh tim gabungan. Operasi ini diluncurkan untuk memberantas aksi para calo yang kerap membeli tiket secara borongan lalu menjualnya kembali dengan harga sangat mahal. Praktik tidak terpuji ini sangat merugikan calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan antar pulau menggunakan jasa kapal feri. Petugas menyisir area loket pendaftaran, ruang tunggu, dan pelataran parkir pelabuhan untuk menangkap para pelaku percaloan liar tersebut.
Dalam razia penertiban tersebut, petugas berhasil mengamankan belasan orang yang terbukti menawarkan jasa pembelian tiket secara tidak resmi kepada penumpang. Para calo mematok tarif hingga dua kali lipat dari harga resmi yang ditetapkan oleh pemerintah dan operator kapal penyeberangan. Petugas menyita belasan lembar tiket, uang tunai hasil transaksi ilegal, serta kartu identitas para pelaku untuk diproses hukum. Seluruh pelaku calo dibawa ke pos keamanan pelabuhan untuk mendatangi surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya serta diproses pidana ringan.
Praktik percaloan dalam sistem transportasi penyeberangan ini menciptakan ketidaknyamanan, antrean panjang, dan kekacauan sistem administrasi penyeberangan penumpang. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak otoritas pelabuhan kini memperketat sistem pendaftaran tiket secara mandiri melalui aplikasi pembayaran digital. Penumpang diwajibkan menunjukkan kartu identitas resmi yang sesuai dengan nama yang tertera pada lembar tiket saat memasuki area dermaga. Penerapan sistem digitalisasi tiket ini terbukti efektif menutup celah terjadinya praktik percaloan di lapangan.
Pihak pengelola pelabuhan mengimbau masyarakat untuk membeli tiket secara resmi melalui saluran aplikasi daring atau loket resmi yang disediakan. Warga diminta untuk tidak sekali-kali tergiur tawaran tiket dari oknum calo yang menjanjikan kemudahan masuk kapal tanpa antre. Posko pengaduan dan petugas keamanan siap membantu penumpang yang mengalami masalah saat proses pembelian tiket di terminal pelabuhan. Pelayanan transportasi publik yang bersih dan transparan menjadi hak utama seluruh calon penumpang.
Melalui penertiban yang konsisten ini, pelayanan jasa pelayaran di pelabuhan kawasan Mataram kini menjadi jauh lebih tertib, transparan, dan nyaman. Pengawasan oleh petugas berseragam akan terus diperketat terutama saat memasuki musim libur panjang dan hari besar keagamaan. Keberadaan layanan transportasi penyeberangan yang bebas dari calo akan meningkatkan kepuasan dan keselamatan para pengguna jasa pelayaran antar pulau. Pihak otoritas berjanji akan terus menjaga pelabuhan Mataram dari segala bentuk praktik kecurangan ilegal.
