Peningkatan kualitas sistem keamanan di kawasan hunian wisata Kota Mataram menjadi fokus utama guna memberikan perlindungan maksimal bagi para pelancong. Aparat kepolisian bersama pengelola kejahatan homestay penginapan lokal menggelar pelatihan mitigasi gangguan keamanan serta penanganan situasi darurat bagi para pemilik usaha. Langkah pembinaan ini bertujuan memastikan seluruh tempat menginap warga memenuhi standar keselamatan serta privasi yang tinggi bagi wisatawan asing. Pelatihan yang rutin memperkuat kesiapan pengelola dalam menjaga lingkungan.
Setiap pengelola rumah singgah diwajibkan mencatat data identitas tamu secara akurat serta melaporkannya ke sistem pemantauan kepolisian terdekat melalui aplikasi digital. Penggunaan kamera pemantau di pintu masuk utama serta penyediaan koper besi penyimpanan barang berharga menjadi syarat standar operasional penginapan wisata. Petugas babinkamtibmas menyambangi setiap hunian secara berkala untuk mengecek keaktifan alat pengamanan serta memberikan pengarahan kebersihan lingkungan. Pengawasan yang ketat menciptakan suasana tinggal yang aman.
Langkah pencegahan aksi pencurian serta penipuan terhadap para pelancong luar daerah diperkuat melalui penyebaran brosur imbauan keamanan dalam berbagai bahasa dunia. Pengelola rumah singgah diajarkan untuk merespon secara cepat setiap keluhan keaslian barang atau potensi kejahatan homestay yang dilaporkan oleh para tamu mereka. Kerjasama dengan unit polisi pariwisata mempermudah penanganan laporan tindak pidana yang dialami oleh para wisatawan mancanegara. Pelayanan yang cepat membina citra positif pariwisata daerah.
Tindakan tegas diambil oleh aparat penegak hukum terhadap siapa saja yang nekat melakukan aksi kejahatan di lingkungan tempat menginap para wisatawan. Polisi tidak ragu memproses hukum oknum yang terbukti mencuri barang milik tamu atau merusak fasilitas penginapan warga tersebut. Penegakan hukum yang transparan dan profesional membuktikan komitmen kota Mataram dalam melindungi seluruh tamu pengunjung. Kepastian keamanan mendorong para wisatawan untuk tinggal lebih lama.
Sinergi yang harmonis antara polisi pariwisata, pengelola hunian singgah, dan warga sekitar menciptakan ekosistem pariwisata yang sangat ramah dan terlindungi. Pelatihan pencegahan potensi pencurian atau kejahatan homestay akan terus diperluas ke seluruh wilayah kelurahan di kota Mataram secara berkesinambungan. Kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan penginapan wisata menjadi kunci sukses pembangunan pariwisata daerah. Kota Mataram semakin siap menjadi destinasi kelas dunia.
