Mengenal Lebih Dekat Gegana: Pasukan Elit Anti-Teror Polri

Unit Gegana adalah sebuah pasukan elit khusus di dalam Korps Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang didesain untuk menghadapi ancaman keamanan berkadar tinggi. Dibentuk pada tahun 1974, unit ini dikenal luas karena kemampuannya yang sangat spesifik dan taktis dalam penanganan terorisme, penjinakan bom, serta respons terhadap situasi krisis yang mengancam keselamatan publik. Sebagai pasukan elit, Gegana memegang peran vital dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara.

Cikal bakal Gegana berawal dari kebutuhan akan unit khusus yang mampu menanggulangi aksi-aksi kejahatan terorisme yang mulai muncul, terutama setelah peristiwa pembajakan pesawat Woyla pada tahun 1981. Sejak saat itu, Gegana terus berkembang, baik dari segi sumber daya manusia maupun peralatan, menjadi sebuah pasukan elit yang modern.

Fungsi utama Gegana mencakup beberapa spesialisasi:

  1. Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak/Jibom): Ini adalah tugas inti yang paling sering terlihat. Tim Jibom Gegana dilatih untuk mendeteksi, mengidentifikasi, menetralisir, dan menghancurkan bahan peledak atau bom. Mereka adalah garis pertahanan terakhir ketika ancaman bom nyata.
  2. Penanggulangan Teror (Wanteror): Satuan ini berfokus pada operasi kontra-terorisme, termasuk pembebasan sandera, penangkapan pelaku teror, dan operasi tempur jarak dekat di lingkungan perkotaan atau tertutup.
  3. Penanganan Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN): Gegana juga memiliki kemampuan untuk merespons insiden yang melibatkan bahan-bahan berbahaya KBRN, sebuah ancaman yang semakin relevan di era modern.

Untuk menjalankan tugas-tugas berisiko tinggi tersebut, personel Gegana menjalani pelatihan yang sangat intensif dan keras. Mereka dilatih dalam berbagai skenario tempur, penjinakan bom, teknik rappelling, selam, hingga penembak jitu. Peralatan yang digunakan pun sangat canggih, mulai dari robot penjinak bom, kendaraan taktis, hingga perangkat deteksi bahan peledak berteknologi tinggi.

Sebagai contoh, pada hari Selasa, 10 Oktober 2023, dalam sebuah latihan gabungan di kompleks Pusat Latihan Brimob, Depok, Jawa Barat, sebuah tim Gegana berhasil mensimulasikan penjinakan bom yang diletakkan di dalam sebuah kendaraan. Latihan tersebut diawasi langsung oleh Komandan Satuan Gegana, Kombes Pol. Arya Bhaskara, dan melibatkan penggunaan robot penjinak bom Remotec F6A. Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam membekali pasukan elit ini dengan kemampuan dan teknologi terbaik untuk menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang. Keberadaan Gegana adalah bukti nyata keseriusan negara dalam melindungi warganya dari segala bentuk ancaman ekstrem.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa