Mendengar Keluhan Warga: Program ‘Jumat Curhat’ Sebagai Jembatan Komunikasi Polri-Publik

Dalam upaya mewujudkan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan), inisiatif komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi sangat krusial. Program ‘Jumat Curhat’ merupakan terobosan yang dirancang untuk Mendengar Keluhan Warga secara langsung, tanpa batasan birokrasi, menjadikannya jembatan komunikasi dua arah yang efektif antara kepolisian dan publik. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini merupakan wujud nyata fungsi pengayoman dan pelayanan, di mana aparat kepolisian turun langsung ke berbagai lokasi, mulai dari warung kopi, pasar tradisional, hingga kantor desa. Tujuannya adalah menyerap aspirasi, kritik, dan laporan dari masyarakat tentang berbagai isu, baik itu terkait Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) maupun kinerja pelayanan kepolisian.

Format program ‘Jumat Curhat’ sengaja dibuat santai dan informal, yang membedakannya dari mekanisme pelaporan resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Pada pelaksanaan di wilayah hukum Polresta Bogor Kota, tepatnya di Kelurahan Tanah Sareal pada hari Jumat, 25 Oktober 2025, Kapolresta Kombes Pol. Deni Setiawan, memimpin langsung sesi curhat tersebut. Beberapa isu yang mencuat dalam sesi tersebut adalah maraknya balap liar di Jalan Baru pada malam akhir pekan dan sulitnya warga mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) karena jarak kantor Polsek yang jauh. Melalui forum ini, keluhan-keluhan spesifik tersebut langsung dicatat dan ditindaklanjuti oleh pejabat terkait.

Kehadiran program ‘Jumat Curhat’ sangat penting untuk Mendengar Keluhan Warga mengenai potensi kerawanan keamanan yang mungkin tidak terdeteksi melalui patroli rutin. Sebagai contoh, di salah satu sesi yang diadakan di Pasar Induk Kramat Jati pada Jumat pertama bulan November 2025, pedagang menyampaikan keluhan tentang pungutan liar (pungli) oleh oknum tertentu yang berkedok keamanan. Informasi sensitif semacam ini, yang mungkin enggan dilaporkan secara formal, berhasil terungkap berkat suasana santai dan anonimitas yang terjaga dalam forum ‘Jumat Curhat’. Respon cepat dari Propam (Profesi dan Pengamanan) Polri yang diturunkan untuk menyelidiki dugaan pungli tersebut membuktikan bahwa keluhan warga tidak hanya didengar, tetapi juga direspons dengan tindakan konkret.

Melalui program ini, Polri tidak hanya berfokus pada penanganan masalah yang sudah terjadi, tetapi juga pada pencegahan (pre-emtif). Dengan Mendengar Keluhan Warga secara berkala, kepolisian dapat memetakan area rawan kejahatan dan mengambil kebijakan pengamanan yang lebih prediktif dan tepat sasaran. Komitmen untuk melaksanakan ‘Jumat Curhat’ secara berkelanjutan menunjukkan bahwa Polri serius dalam meningkatkan mutu pelayanan publik dan mengintegrasikan masukan masyarakat ke dalam rencana kerja operasional mereka, menjadikan kepercayaan publik sebagai modal utama dalam menjaga keamanan nasional.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa