Kota Mataram Waspada Penipuan lowongan kerja (loker) fiktif kini menjadi perhatian serius pihak kepolisian setelah adanya lonjakan laporan dari masyarakat yang merasa tertipu oleh iklan pekerjaan palsu. Para pelaku menggunakan modus menyebarkan informasi loker melalui media sosial dengan mencatut nama perusahaan besar dan menjanjikan gaji tinggi untuk memikat para pencari kerja. Korban yang mayoritas merupakan lulusan baru diminta untuk mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi atau biaya tiket keberangkatan ke lokasi kerja yang ternyata fiktif.
Merespons kondisi Mataram Waspada Penipuan ini, jajaran Polres Mataram telah membentuk tim khusus untuk melacak keberadaan para pelaku di balik akun-akun palsu tersebut yang sering berganti identitas. Hingga saat ini, polisi telah menerima ratusan laporan dengan total kerugian kolektif yang mencapai ratusan juta rupiah, sebuah angka yang cukup memprihatinkan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Banyak korban baru menyadari bahwa mereka tertipu setelah mendatangi kantor perusahaan asli dan mendapati bahwa tidak ada pembukaan lowongan kerja seperti yang diiklankan oleh para pelaku di dunia maya.
Upaya kepolisian dalam narasi Mataram Waspada Penipuan ini mencakup patroli siber secara masif untuk menutup akun-akun penyebar hoaks loker yang kian meresahkan. Kapolres Mataram meminta masyarakat untuk tidak mudah tergiur oleh proses rekrutmen yang terkesan instan dan selalu meminta imbalan materi di awal proses. Penipuan semacam ini sangat merugikan masyarakat yang sedang berjuang mencari nafkah secara jujur. Penegakan hukum terhadap pelaku penipuan daring kini menjadi prioritas utama guna memutus mata rantai kejahatan siber yang menyasar warga Mataram yang sedang membutuhkan pekerjaan.
Sosialisasi mengenai Mataram Waspada Penipuan loker terus dilakukan hingga ke tingkat lingkungan melalui peran Bhabinkamtibmas agar masyarakat lebih teredukasi. Polisi mengajak para pencari kerja untuk selalu melakukan verifikasi ulang melalui situs resmi perusahaan atau mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja setempat sebelum memberikan data pribadi atau uang. Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat diharapkan segera melapor ke Polres Mataram dengan membawa bukti percakapan dan bukti transfer. Dengan kewaspadaan tinggi, diharapkan tidak ada lagi warga Mataram yang menjadi korban keserakahan para pelaku penipuan bermodus lowongan kerja ini.
