Kepadatan lalu lintas di area sekitar lembaga pendidikan sering kali menjadi titik rawan kemacetan dan ketidakteraturan, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah. Menanggapi permasalahan ini, Pemerintah Kota Mataram meluncurkan program Mataram Tertib yang menitikberatkan pada penataan ruang publik di sekitar zona sekolah. Salah satu fokus utama dari program ini adalah pemberantasan fenomena parkir liar yang sering kali menggunakan bahu jalan sebagai tempat penitipan kendaraan siswa maupun pengantar. Langkah ini diwujudkan melalui kerjasama Polisi & Sekolah yang solid guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan akses jalan yang lancar bagi pengguna jalan lainnya.
Masalah parkir liar di depan sekolah bukan hanya menghambat arus kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan para siswa saat hendak menyeberang jalan. Melalui inisiatif Mataram Tertib, pihak kepolisian melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang memiliki kendala keterbatasan lahan parkir internal. Dalam skema kerjasama Polisi & Sekolah, pihak sekolah diminta untuk menyediakan ruang parkir yang memadai atau berkoordinasi dengan pengelola lahan di sekitar sekolah agar kendaraan tidak meluber ke jalan raya. Petugas kepolisian secara rutin melakukan patroli dan memberikan teguran serta edukasi bagi pengendara yang masih nekat memarkirkan kendaraannya di area terlarang.
Keberhasilan program untuk pantau parkir liar ini sangat bergantung pada peran aktif para guru dan petugas keamanan sekolah dalam memberikan imbauan kepada orang tua murid. Melalui program Mataram Tertib, edukasi mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas diberikan sejak dini kepada para siswa. Sinergi dalam kerjasama Polisi & Sekolah mencakup pembuatan zona selamat sekolah (ZOSS) yang lebih jelas, termasuk marka jalan dan rambu dilarang parkir yang ditempatkan secara strategis. Hal ini bertujuan agar jalanan di depan sekolah tetap steril dari hambatan fisik yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas.
Selain penindakan, upaya untuk pantau parkir liar ini juga melibatkan solusi transportasi alternatif bagi para siswa. Pemerintah kota melalui program Mataram Tertib mulai menggalakkan penggunaan bus sekolah dan sepeda bagi siswa yang tempat tinggalnya relatif dekat. Dukungan dari pihak kepolisian diwujudkan dengan pengawalan di persimpangan-persimpangan jalan utama guna memastikan jalur siswa tetap aman. Kerjasama Polisi & Sekolah ini juga merambah pada penertiban pedagang kaki lima yang sering kali memakan badan jalan, yang turut berkontribusi pada kemacetan di depan gerbang sekolah.
