Perkembangan teknologi digital membawa kemudahan sekaligus risiko kejahatan baru yang melampaui batas wilayah administratif. Untuk menghadapi ancaman ini, Polres Mataram membentuk unit Mataram Cyber Crime yang fokus pada pemberantasan tindak pidana di dunia maya. Tim ini memiliki spesialisasi dalam melacak pelaku penipuan daring yang seringkali beroperasi lintas provinsi, di mana korban berada di Mataram namun pelaku berada di wilayah lain. Dengan kemampuan forensik digital yang mumpuni, tim ini bekerja secara senyap namun mematikan dalam mengungkap jaringan sindikat penipuan yang merugikan masyarakat.
Tugas harian tim Mataram Cyber Crime melibatkan pemantauan aktivitas mencurigakan di media sosial dan platform jual beli daring. Saat menerima laporan dari warga yang menjadi korban penipuan—seperti investasi bodong atau pencurian identitas perbankan—tim segera melakukan pelacakan terhadap jejak digital pelaku. Koordinasi antar Polda dan Polres di seluruh Indonesia menjadi senjata utama mereka. Pelaku penipuan lintas provinsi seringkali merasa aman karena posisi mereka jauh dari lokasi korban, namun teknologi pelacakan IP address dan koordinasi perbankan membuat persembunyian mereka di dunia maya tidak lagi efektif.
Selain melakukan penegakan hukum, unit Mataram Cyber Crime juga aktif memberikan edukasi kepada warga NTB tentang pentingnya keamanan digital. Mereka memberikan tips agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh tawaran keuntungan yang tidak masuk akal atau memberikan kode OTP kepada orang yang tidak dikenal. Literasi digital masyarakat yang kuat adalah benteng pertama dalam mencegah kejahatan siber. Tim ini sering mengadakan sosialisasi ke kampus-kampus dan perkantoran untuk menciptakan ekosistem digital yang aman di Mataram, mengingat kota ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi digital di wilayah Lombok.
Tantangan yang dihadapi oleh tim Mataram Cyber Crime terus berkembang seiring dengan munculnya modus-modus baru seperti peretasan akun bisnis dan penyebaran konten hoaks yang meresahkan. Oleh karena itu, personel di dalam unit ini diwajibkan untuk terus memperbarui keahlian mereka dalam bidang keamanan siber dan pemrosesan data digital. Keberhasilan mengungkap berbagai kasus penipuan berskala besar telah memberikan rasa aman bagi warga Mataram dalam bertransaksi secara digital. Kepolisian berkomitmen untuk terus memburu para pelaku kejahatan siber hingga ke titik persembunyian terakhirnya demi melindungi hak-hak ekonomi warga.
