Kemitraan Global: Peran Polri dalam Operasi Keamanan Internasional dan Interpol

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah mengukuhkan posisinya sebagai mitra penting dalam upaya kolektif dunia memerangi kejahatan transnasional. Peran aktif ini terlihat jelas melalui keterlibatannya dalam berbagai program dan misi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan terutama melalui organisasi polisi kriminalitas internasional, Interpol. Kemitraan global ini menjadi vital, sebab ancaman kejahatan modern seperti terorisme, kejahatan siber, dan perdagangan narkoba tidak lagi mengenal batas-batas negara. Oleh karena itu, kontribusi Polri dalam Operasi Keamanan Internasional tidak hanya meningkatkan citra Indonesia di mata dunia, tetapi juga memperkuat pertahanan keamanan dalam negeri.

Polri, melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) dan National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, memainkan peran sentral sebagai simpul komunikasi dan koordinasi kepolisian global. NCB Interpol Indonesia berfungsi sebagai kantor perwakilan resmi yang menghubungkan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia dengan 196 negara anggota Interpol lainnya. Ini memungkinkan pertukaran informasi intelijen yang cepat, terutama yang berkaitan dengan Red Notice untuk penangkapan buronan internasional. Sebagai contoh konkret, pada tanggal 14 Agustus 2024, tim gabungan dari Bareskrim Polri dan NCB Interpol berhasil melacak dan menangkap tersangka kejahatan siber berinisial “AJ” di sebuah lokasi di luar negeri, setelah yang bersangkutan masuk dalam daftar Red Notice sejak bulan Mei 2024. Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama yang intensif dan sinergis dalam rangka Operasi Keamanan Internasional penegakan hukum.

Selain kerja sama bilateral dan regional, komitmen Polri dalam Operasi Keamanan Internasional diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB (UN Peacekeeping Missions). Petugas Formed Police Unit (FPU) Polri secara reguler diberangkatkan ke wilayah konflik, seperti yang terlihat dalam penempatan FPU XV di Darfur, Sudan, pada awal tahun 2025. Satuan yang dipimpin oleh AKBP Budi Santoso tersebut bertugas menjaga fasilitas PBB dan memberikan perlindungan kepada warga sipil. Keterlibatan ini menunjukkan kemampuan personel Polri untuk beroperasi di bawah standar profesional internasional, membawa keahlian penegakan hukum dari Indonesia ke panggung global. Keikutsertaan dalam misi semacam ini memberikan pengalaman berharga, khususnya dalam menghadapi tantangan yang kompleks dan multinasional.

Peran penting lainnya dari Polri adalah menjadi tuan rumah bagi kegiatan-kegiatan skala internasional. Pada bulan November 2023, Indonesia menjadi lokasi penyelenggaraan Interpol Expert Meeting on Illicit Drugs di Bali. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan kepolisian dari puluhan negara, dipimpin oleh seorang petinggi Polri berpangkat Jenderal Bintang Dua, dan berfokus pada strategi penanggulangan perdagangan narkotika sintetis global. Kesempatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi praktik terbaik tetapi juga sebagai platform untuk memfasilitasi koordinasi lintas yurisdiksi dalam merencanakan Operasi Keamanan Internasional yang bersifat terpadu.

Dengan fokus pada peningkatan kapasitas SDM dan pemanfaatan teknologi, Polri terus berupaya memperkuat perannya di kancah global. Pemanfaatan I-24/7 Global Police Communications System milik Interpol, yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, memungkinkan petugas aparat di Indonesia untuk segera memverifikasi data dan identitas pelaku kejahatan. Seluruh rangkaian upaya ini membuktikan bahwa Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum di dalam negeri, namun juga telah menjadi pemain kunci yang tak terpisahkan dari jaring pengaman global untuk menjaga stabilitas dan keamanan dunia.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa