Integritas dan kredibilitas adalah dua pilar utama yang menopang kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Tanpa keduanya, upaya penegakan hukum akan kehilangan legitimasinya di mata masyarakat. Di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) memiliki peran sentral dalam mengawal integritas dan kredibilitas setiap anggotanya. Div Propam bertindak sebagai benteng internal yang memastikan setiap personel Polri bertugas sesuai dengan kode etik, disiplin, dan standar profesionalisme tertinggi.
Tugas Div Propam dalam mengawal integritas sangatlah vital. Mereka bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh kegiatan anggota Polri, mulai dari aspek moral, etika, hingga kinerja. Ketika ditemukan indikasi pelanggaran, Div Propam akan melakukan investigasi menyeluruh dan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan efek jera, tetapi juga untuk membersihkan institusi dari oknum-oknum yang dapat mencoreng nama baik Polri. Misalnya, pada periode Januari hingga Juni 2025, Div Propam telah menerima dan memproses 780 laporan terkait dugaan pelanggaran anggota, dengan penindakan disipliner dan kode etik kepada 450 personel. Angka ini menunjukkan komitmen serius Div Propam.
Selain penindakan, Div Propam juga proaktif dalam upaya pencegahan. Mereka secara rutin menyelenggarakan pembinaan mental, etika profesi, dan sosialisasi peraturan disiplin kepada seluruh jajaran Polri. Program-program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan pelayanan publik yang prima sejak dini. Ini adalah upaya jangka panjang untuk mengawal integritas dari hulu ke hilir. Sebuah data dari Pusat Kajian Kepolisian Indonesia yang diterbitkan pada Mei 2025 menunjukkan bahwa pelatihan etika yang rutin oleh Div Propam berhasil menurunkan angka pelanggaran disiplin sebesar 15% di tingkat Polres dalam satu tahun terakhir.
Transparansi dalam setiap proses yang dijalankan Div Propam juga menjadi kunci dalam mengawal integritas dan kredibilitas. Masyarakat dapat dengan mudah melaporkan dugaan pelanggaran melalui berbagai kanal yang tersedia, dan setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan serius. Keterbukaan ini penting agar masyarakat merasa bahwa ada mekanisme internal yang bekerja dan tidak ada impunitas bagi pelanggar. Pada sebuah diskusi publik tentang reformasi birokrasi Polri yang diselenggarakan pada 4 Juli 2025, perwakilan Div Propam menekankan bahwa masukan dan pengawasan dari masyarakat sangat berharga dalam upaya pembenahan internal.
Dengan demikian, Div Propam adalah organ penting yang terus-menerus berupaya mengawal integritas dan kredibilitas anggota kepolisian. Melalui fungsi pengawasan, penindakan, dan pembinaan yang berkelanjutan, Div Propam berkontribusi besar dalam mewujudkan Polri yang profesional, bersih, dan dicintai masyarakat, demi terciptanya keamanan dan keadilan di seluruh Indonesia.
