Budaya Tertib Tanpa Tilang: Kampanye Persuasif di Polres Mataram
Keamanan dan keselamatan lalu lintas di jalan raya kini tidak lagi selalu diidentikkan dengan pemberian sanksi administratif atau denda yang memberatkan. Di Kota Mataram, sebuah perubahan besar sedang diupayakan untuk menciptakan Budaya Tertib di kalangan pengguna jalan. Paradigma lama yang melihat polisi lalu lintas sebagai sosok yang hanya mencari kesalahan mulai digeser menjadi sosok pendamping dan edukator bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang lebih humanis, diharapkan kesadaran untuk mematuhi aturan lahir dari dalam diri sendiri, bukan karena rasa takut akan sanksi hukum.
Konsep Tanpa Tilang yang diusung dalam kampanye tertentu bukan berarti membiarkan pelanggaran terjadi begitu saja. Sebaliknya, ini adalah sebuah metode pengawasan yang mengedepankan teguran simpatik dan pemberian edukasi secara langsung di tempat. Jajaran Polres Mataram menyadari bahwa efektivitas penegakan hukum di jalan raya lebih tinggi jika masyarakat memahami risiko dari setiap pelanggaran yang mereka lakukan. Misalnya, menjelaskan bahaya tidak menggunakan helm atau melawan arus dari sisi keselamatan nyawa, jauh lebih membekas di pikiran masyarakat daripada sekadar memberikan selembar surat denda.
Melalui berbagai Kampanye yang kreatif, polisi merambah tempat-tempat berkumpulnya anak muda, sekolah, hingga komunitas ojek daring. Pesan-pesan keselamatan disampaikan dengan bahasa yang ringan, mudah dimengerti, dan jauh dari kesan menggurui. Penggunaan media sosial dan konten-konten edukatif juga menjadi senjata utama untuk menyasar kaum milenial dan Gen Z yang mendominasi jumlah pengendara di jalanan Mataram. Dengan cara ini, aturan lalu lintas tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup modern yang menghargai keselamatan bersama.
Langkah Budaya Tertib ini juga mencakup perbaikan sarana dan prasarana di titik-titik rawan kecelakaan. Polisi aktif berkoordinasi dengan dinas perhubungan untuk memastikan lampu penerangan, marka jalan, dan rambu-rambu terpasang dengan jelas. Kesadaran masyarakat akan sangat terbantu jika fasilitas jalan mendukung mereka untuk tertib. Selain itu, pemberian apresiasi atau penghargaan kecil bagi pengendara yang sudah lengkap surat-surat dan atribut keselamatannya sering kali dilakukan di lapangan. Hal ini memberikan stimulan positif bahwa menjadi warga negara yang taat aturan adalah sesuatu yang membanggakan.
